Ketika Cristiano Ronaldo tak mencetak gol, Real Madrid tak mampu
meraih kemenangan. Rabu, 7 November 2012, di depan pendukung sendiri,
Los Blancos hanya berhasil membawa hasil pertandingan Real Madrid vs Borussia Dortmund
2-2. Bahkan, pasukan Jose Mourinho nyaris saja kalah andai Mesut Ozil
tak menjadi pencetak skor Madrid vs Dortmund lewat tendangan bebas di
menit 89. Hasil Liga Champion ini membawa kedua klub masih bertahan di
posisi atas klasemen sementara Grup D yang berlabel Grup Neraka.
Bermain di Santiago Bernabeu, tuan rumah dalam pertandingan Real Madrid vs Borussia Dortmund
langsung menggebrak. Menit 3, ketepatan gerak Roman Weidenfeller
menyudahi umpan cantik kepada Gonzalo Higuain yang lolos dari jebakan
off side. Namun, bukan berarti Dortmund diam saja. Menit 7, pergerakan
Marcel Schelmer memanfaatkan bocornya sisi kanan Madrid yang dikawal
Sergio Ramos, nyaris membuahkan gol. Sayang, Robert Lewandowski yang
merebound bola, justru membuang peluang di depan mata.
Setelah beberapa kali percobaan Madrid yang menguji lini pertahanan
Dortmund, justru tim tamu yang berhasil menghukum keriuhan Bernabeu.
Berawal dari sebuah serangan cepat, Lewandowski menanduk bola ke ruang
kosong. Marco Reus bergerak mencapainya, memasuki kotak
penalti, untuk melepaskan tendangan kencang yang tak bisa dibendung
dengan sempurna oleh Iker Casillas di menit 28.
Berusaha terus menggempur Borussia Dortmund, akhirnya Real Madrid menemukan ‘keadilan’ setelah setengah jam. Bukan Cristiano Ronaldo dan bukan pula Gonzalo Higuain yang mencetak gol. Melainkan Pepe. Bola umpan silang Mesut Ozil dengan jitu ditanduknya, setelah mengalahkan seorang Marcel Schelmer pada menit 34.
Di ujung babak pertama, tuan rumah terpaksa kembali dibuat menggigit
jari. Lewandowski kembali memenangi duel udara, Kevin Grosskreutz
melihat Mario Gotze yang bergerak menuju kotak penalti. Mengarahkan bola kepadanya, dan Si Nomor 10 terbantu oleh Alvaro Arbeloa.
Pemain belakang Real Madrid justru melewatkan bola di atas Iker
Casillas. Kiper mana pun tidak akan suka dibobol dengan cara demikian.
Ingin berubah, Jose Mourinho memasukkan Michael Essien di awal babak
kedua. Sementara, Gonzalo Higuain yang cedera, digantikan oleh Jose
Callejon. Madrid kemudian mencetak gol di awal-awal paruh kedua. Namun,
Jose Callejon terlebih dahulu terperangkap off side.
Unggul ball possessions, Madrid terkesan boros melepaskan tembakan.
Kurang dari setengah percobaan pasukan Bernabeu yang benar-benar tepat
sasaran. Seiring waktu, kreativitas lini tengah pun berkurang. Hal ini
terus berlangsung hingga The Special One memasukkan seorang Ricardo Kaka
menggantikan Alvaro Arbeloa 13 menit menjelang bubaran.
Hadirnya Kaka menghidupkan kembali Madrid. Sebuah kejadian
berlangsung pada menit 79. Sang pemain Brazil terjatuh di kotak penalti.
Ketika seisi Santiago Bernabeu ingin menunjuk titik putih, sang
pengadil lapangan, Cüneyt Çakır, tak memberikannya.
Akhirnya, Real Madrid
berhasil menyamakan kedudukan ketika detik-detik mendekati akhir. Menit
89, Mesut Ozil mengirimkan tendangan bebas ke sudut dekat dan Roman
Weidenfeller tak cukup mampu menghalaunya. Skor 2-2 bertahan hingga
ujung pertandingan.
Jose Mourinho tampak tak puas. Tapi anak asuhnya memang kehilangan
gereget di babak kedua. Sementara, Juergen Klopp malah sukses dengan
strategi bertahan yang selama ini identik dengan The Special One. Selanjutnya..
No comments:
Post a Comment